Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

ARTIKEL DAN TULISAN

SETELAH BERTAHUN2 MENGATAKAN PADA KHALAYAK BAHWA KEMOTERAPI ADALAH CARA SATU2NYA UNTUK MENCOBA (KATA KUNCI:MENCOBA) DAN MENGHILANGKAN PENYAKIT CANCER, JOHN HOPKINS AKHIRNNYA MULAI MENGATAKAN: ADA CARA ALTERNATIF ! Update dari John Hopkins: 1. Tiap orang mempunyai sel kanker. Sel kanker ini tidak tampak dalam pemeriksaan standar sampai sel2 ini berkembang biak hingga berjuta jumlahnya. Pada saat dokter memberitahu pasien bahwa tidak ada sel kanker lagi! Setelah menjalani pengobatan, itu artinya pemeriksaan yang dilakukan sudah tidak dapat mendeteksi sel2 cancer karena sel2 tersebut sudah berada di bawah ukuran / jumlah yang dapat terdeteksi. 2. Sel cancer tumbuh antara 6 sampai lebih dari 10 kali dalam jangka waktu hidup manusia. 3. Pada saat kekebalan tubuh seseorang tinggi, sel2 cancer akan dihancurkan dan dicegah sehingga tidak dapat bertambah banyak dan membentuk tumor. 4. Pada saat seseorang menderita cancer ini menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami beberapa kekurangan nutrisi.. Ini dapat terjadi karena faktor genetika, lingkungan, makanan dan cara hidup. 5. Untuk menanggulangi kekurangan nutrisi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dapat ditempuh dengan merubah diet (pola makan) dan menambahkan asupan suplemen. 6. Kemoterapi, meracuni sel cancer yang bertumbuh cepat, tapi pada saat yang sama juga menghancurkan pertumbuhan sel sehat dalam tulang sumsum, gastro-intestinal tracts (saluran pencernaan) dll, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ2 lain, seperti hati, ginjal, jantung, paru2 dll. 7. Sedangkan radiasi, bersamaan dengan fungsinya yang menghancurkan sel cancer, juga menyebabkan luka bakar, meninggalkan bekas luka, dan merusak sel, tissues, dan organ yang sehat. 8. Perawatan dini dengan kemoterapi dan radiasi dapat mengurangi ukuran tumor, namun penerapan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan pengurangan tumor lebih lanjut. 9. Pada saat tubuh menanggung beban racun yang berlebihan dari kemoterapi dan radiasi, sistem kekebalan tubuh akan terancam atau hancur, karena itulah seseorang akan mengalami berbagai macam infeksi dan komplikasi. 10. Kemoterapi dan radiasi dapat menyebabkan sel kanker bermutasi dan menjadi tahan dan sulit untuk dihancurkan. Operasi juga dapat menyebabkan sel cancer menyebar ke tempat2 lainnya. 11. Cara efektif untuk melawan cancer adalah dengan membuatnya kelaparan, yaitu dengan cara tidak memberikan makanan yg dibutuhkan dalam sel untuk dapat berkembang biak. SEL CANCER MEMAKAN: · Gula. Dengan meniadakan gula dalam asupan makanan itu berarti menghilangkan makanan utama sel cancer.. Pengganti gula seperti Nutra Sweet, Equal, Spoonful, dll. dibuat dari Aspartame, dan ini berbahaya. Pengganti yang lebih natural yaitu madu Manuka atau molasses, tapi dalam jumlah yang sedikit. Garam meja mengandung bahan kimia tambahan untuk menjadikannya putih. Alternatif yang lebih baik yaitu Bragg's aminos atau garam laut. · Susu menyebabkan tubuh menghasilkan mucus, terutama di dalam gastro-intestinal tract (saluran pencernaan). Mucus juga makanan sel kanker. Dengan meniadakan susu dan menggantikannya dengan susu kedelai (tanpa gula) sel-sel cancer akan kelaparan. · Sel2 cancer berkembang dengan baik di lingkungan yang tinggi asam. Dietari yang berbasis daging sangat tinggi kadar asamnya. Oleh karena itu lebih baik mengkonsumsi ikan, sedikit ayam daripada sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotic, hormon tambahan dan parasit2 untuk peternakan. Kesemuanya ini sangat berbahaya, terutama untuk penderita cancer. · Dietari yang 80% berbasis sayuran segar dan sarinya (jus), whole grain, kacang2an dan sedikit buah akan membantu menjadikan tubuh dalam situasi alkaline. 20% dari pe tadi dapat diambil dari makanan yang dimasak termasuk kecambah. Sari sayuran segar mengandung enzim2 aktif / hidup yang dapat diserap dengan mudah dan dapat mencapai titik selular dalam waktu 15 menit untuk memberi makan dan mempercepat pertumbuhan sel2 sehat. Guna memperoleh enzim2 aktif untuk membangun sel sehat, minumlah sari sayuran segar (hampir semua jenis sayuran, termasuk kecambah) dan makanlah sejumlah sayuran mentah 2-3 kali sehari. Enzim2 ini hancur pada temperature 40 derajat Celcius.. · Hindari kopi, teh dan coklat, karena mengandung kafein yang tinggi. Teh hijau lebih baik sebagai alternatifnya, dan mempunyai unsur2 yang memerangi cancer. Air, yang paling baik yaitu air yang sudah di saring (filtered) guna menghindari racun2 dan kandungan2 logam dalam air keran. Hindari air yang sudah melewati proses distilasi karena mengandung asam. · Protein dari daging sulit untuk dicerna dan membutuhkan enzim pencerna yang cukup banyak. Kandungan daging yang tidak tercerna dan tertinggal di saluran pencernaan akhirnya akan membusuk dan menambah timbunan racun. · Dinding sel2 kanker mempunyai selaput protein yang kuat. Dengan menghindari makanan mengandung daging, tubuh membutuhkan jauh lebih sedikit enzim untuk mencerna makanan, sehingga sebagian besar enzim dapat menyerang dinding protein pada sel2 cancer dan selanjutnya memungkinkan bagi sel2 tubuh untuk menghancurkan sel2 cancer. · Beberapa suplemen menaikan system kekebalan tubuh (IP6, Floressence, Essiac, anti-oxidants, vitamins, mineral, EFAs dll.) sehingga memungkinkan sel2 tubuh sehat untuk menghancurkan sel2 cancer. Suplemen lain seperti Vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis, atau sel mati terprogram, yaitu metode natural dari tubuh untuk membuang sel2 yang rusak, yang tidak dikehendaki atau tidak dibutuhkan. Crypto PPHARs dapat membuat sel cancer bunuh diri sehingga dengan sendirinya menghancurkan sel2 cancer tersebut. · Cancer adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh dan jiwa. Jiwa yang proaktif dan positif akan membantu penderita cancer untuk sembuh. Kemarahan, tidak dapat memaafkan, dan kegetiran menjadikan tubuh dalam situasi yang tegang dan berkadar asam tinggi. Belajar untuk berjiwa lembut dan pemaaf. Belajar untuk bersantai dan menikmati hidup. · Sel cancer tidak dapat berkembang dalam lingkungan yang tinggi oksigen. Berolahraga setiap hari dan menghirup nafas dalam2 dapat membantu asupan oksigen dalam tahap selular. Terapi oksigen juga salah satu cara yang digunakan untuk menghancurkan sel2 cancer. Jangan menggunakan tempat plastic di microwave. 1. Jangan memasukan botol air ke freezer. 2. Jangan menggunakan ' plastic wrap' di microwave. Rumah Sakit John Hopkins baru-baru ini memasukkan berita ini di newsletters-nya. Informasi ini juga diedarkan di Walter Reed Army Medical Center. Dioxin adalah jenis bahan kimia yang menyebabkan cancer, terutama cancer payudara. Dioxin juga berkadar racun tinggi bagi sel2 di tubuh kita. Jangan membekukan botol plastik dengan air di dalamnya karena ini melepaskan kandungan dioxin yang terdapat dalam plastik. Baru2 ini Dr.Edward Fujimoto, Wellness Program Manager di Rumah Sakit Castle, hadir di satu program televisi untuk menjelaskan bahaya kesehatan ini. Beliau menjelaskan sebaiknya tidak memanaskan makanan di dalam microwave menggunakan tempat plastik. Terlebih untuk makanan yang mengandung lemak. Beliau juga mengatakan bahwa kombinasi lemak, panas tinggi dan plastic melepaskan dioxin ke dalam makanan yang akhirnya akan masuk ke dalam sel2 tubuh. Beliau menghimbau untuk memanaskan makanan di microwave dengan Corning Ware, Pyrex atau keramik. Produk kertas tidak begitu jelek namun kita tidak tahu apa yang ada di kertas tersebut. Lebih aman menggunakan produk2 di atas. Dia mengingatkan kita bahwa beberapa waktu lalu restoran cepat saji beralih dari produk foam ke kertas. Hal ini juga disebabkan karena masalah dioxin. Beliau juga mengungkapkan tentang plastic wrap seperti saran, juga berbahaya untuk digunakan menutup makanan yang akan di panaskan dalam microwave. Panas yang tinggi dapat menyebabkan zat2 beracun meleleh dan menetes ke dalam makanan. Tutuplah makanan dengan paper towel (tissue dapur). Kirimkanlah artikel ini ke semua orang penting di dalam hidup Anda !!!!!

Blog EntrySep 19, '08 12:28 AM
for everyone
Sumber : "Selamat Sejahterah" Oleh: Andar Ismail Pada suatu hari makhluk dari planet Mars yang disebut lelaki bertemu bertemu dengan makhluk dari planet Venus yang disebut perempuan. Keduanya saling menatap. Tubuh mereka ternyata berbeda. Begitu juga jiwa mereka. Mereka saling tertarik. Mereka saling berkunjung. Mereka saling jatuh cinta. Mereka hidup dengan akur. Namun kemudian hari mereka pindah ke Bumi. Di sini keduanya terkena penyakit amnesia selektif : sadar bahwa tubuh mereka berbeda namun lupa bahwa jiwa mereka berbeda. Akibatnya, si lelaki menuntut, "Sikapmu harus begini"; dan si perempuan menuntut, "Sikapmu harus begitu". Akibat penyakit kelupaan itu, suami dan istri saling bertengkar. Demikian benang merah buku 'Men are from Mars, Women are from Venus karangan psikolog John Gray. Itulah sebenarnya inti persoalan hubungan lelaki dan perempuan. Kita menyadari dan menyukai perbedaan fisik, namun kita lupa dan kurang peka terhadap perbedaan psikis yang ada. Kita lupa bahwa lelaki dan perempuan merupakan makhluk yang jiwanya berbeda. Begitu berbedakah jiwa lelaki dan perempuan? Ya dan tidak. Jiwa lelaki dan perempuan juga ada banyak persamaannya. Namun perbedaannya juga banyak. Demi kemudahan di sini dibuat generalisasi atau pandangan secara umum. Pada umumnya lelaki lebih mengutamakan tujuan dan hasil, sedangkan pada umumnya perempuan lebih mengutamakan proses pelaksanaannya. Lelaki lebih memakai pikiran, perempuan lebih memakai perasaan. Contohnya dalah dalam menghadapi persoalan. Misalnya, seorang istri mengeluh tentang suasana kerja di kantornya. Suaminya langsung berkata, "Ah, begitu saja kok repot!" Sang istri kecewa sebab bagi dia itu merupakan perkara penting. Atau suaminya berkata, "Kalau jengkel, berhenti saja dari kantor itu!" Istrinya lebih kecewa lagi sebab ia sama sekali tidak bermaksud berhenti dari kantor. Istri itu merasa tidak di dengar. Ia menceritakan persoalan bukan untuk minta solusi, melainkan untuk berbagi persaaan dalam rangka mendekatkan hubungan dengan suami. Sebaliknya suaminya menjadi jengkel karena ia anggap istrinya bawel dan gampang tersinggung. Akibatnya, rusaklah suasana rumah tangga pada malam itu. Kalau pola komunikai seperti itu sering terjadi, hubungan menjadi dingin dan kaku. Mereka jadi gampang marah. Kedamaian pun hilang. Semua itu gara-gara suami lupa keunikan jiwa perempuan, dan istri lupa keunikan jiwa laki-laki.

Blog EntrySep 16, '08 5:28 AM
for everyone
Sumber :A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul Pada suatu malam seorang pria bermimpi. Dalam mimpinya dia berjalan menyusuri pantai dengan Tuhan. Di langit dia bisa melihat adegan-adegan kehidupannya. Untuk setiap adegan dia melihat ada dua pasang tapak kaki di atas pasir. Satu miliknya dan satu lagi milik Tuhan. Ketika adegan terakhir kehidupannya telah dilihatnya, dia menoleh ke belakang melihat tapak-tapak kaki itu dan dia memperhatikan bahwa berkali-kali di sepanjang jalan hanya ada sepasang tapak kaki. Dia juga memperhatikan bahwa ini terjadi selama saat-saat yang paling buruk dan menyedihkan dalam kehidupannya. Ini sangat mengganggunya dan dia bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, Engkau bersabda bahwa kalau aku sudah memutuskan untuk mengikuti-Mu, Engkau akan selalu menyertaiku, tetapi aku perhatikan bahwa selama masa paling sulit dalam kehidupanku, justru hanya ada sepasang tapak kaki. Saya tidak mengerti mengapa, saat aku sangat membutuhkan Engkau, Engkau meninggalkan aku." Tuhan menjawab, "Anakku yang kucintai, Aku mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu. Selama engkau dalam pencobaan dan menderita, ketika engkau hanya melihat sepasang tapak kaki, pada saat itulah aku membawamu dalam kedua tangan-Ku.

Blog EntrySep 12, '08 1:45 AM
for everyone
Oleh : Pdt. DTA Harahap

www.rumametmet.com

Apa sebenarnya arti pertumbuhan atau pendewasaan iman itu sehingga kita dapat memeriksa diri kita masing-masing. Ingat: pertumbuhan harus dipahami sebagai proses pendewasaan!

Ada 5 (lima) hal yang dapat kita jadikan ukuran atau parameter pertumbuhan atau pendewasaan iman tersebut:

1.   Mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat. (Ibrani 5:14).

Apakah gereja yang Saudara sering kunjungi itu membuat Saudara semakin terlatih membedakan benar-salah, baik-jahat, tepat-tidak tepat, bertanggungjawab-tak bertanggungjawab dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bergereja? Apakah Saudara semakin terlatih bersikap yang benar dan baik dalam waktu, kata, janji dan komitmen, uang sendiri apalagi uang perusahaan/ negara/ gereja, budaya dan seksualitas? Jika ya, benarlah Saudara sedang bertumbuh.

2.    Mampu membedakan hal-hal yang prinsipil dan tidak prinsipil, serta tidak mau terlibat dalam pertengkaran soal-soal sepele (I Kor 3:11).

Apakah gereja yang sering Saudara kunjungi itu membantu Saudara membedakan persoalan prinsipil dan tidak prinsipil, membedakan tujuan dan alat mencapai tujuan, membedakan apa yang seharusnya (das sollen) dan apa yang ada (das sein)? Dan mendorong Saudara memperjuangkan dan kalau perlu mempertengkarkan hal-hal yang sangat prinsipil atau fundamental itu? Jika ya, benarlah Saudara bertumbuh.

3.      Memiliki keteguhan sikap dan keyakinan penuh, serta tidak mudah diombang-ambingkan atau diperdaya. (Kol 4:12, Ef 4:12).

Apakah gereja itu mendorong Saudara memegang teguh iman dalam kondisi dan situasi apa pun? Apakah Saudara semakin setia dan teguh kepada tujuan, pendirian iman, dan keyakinan Saudara walaupun berbeda atau bahkan bertentangan dengan kebanyakan orang? Apakah Saudara dimampukan mengambil keputusan-keputusan sendiri berdasarkan keyakinan dan hati nurani Saudara, atau malah semakin bergantung kepada pemimpin rohani Saudara? Jika ya, benarlah Saudara sedang bertumbuh?

4.      Tidak mudah terpesona kepada hal-hal yang sensasional, “ajaib” atau “aneh” (I Kor 14).

Apakah Saudara semakin beriman dan sekaligus semakin rasional? Apakah Saudara di sana didorong untuk mengembangkan akal budi dan kemampuan nalar Saudara dan tidak asal percaya dan menelan saja berbagai berita, kabar, ceramah atau bahkan kotbah? Apakah Saudara semakin mampu membedakan mana bungkus dan mana isi dari suatu kotbah atau ajaran? Apakah Saudara makin menjauhi hal-hal sensasional, aneh atau ajaib, namun lebih menyukai iman yang sejati yang tumbuh melalui ketekunan, kerja keras, dan kesabaran? Jika ya, benarlah Saudara bertumbuh. Jika tidak, maka sebenarnya Saudara justru sedang mengalami kemunduran atau degradasi.

5.      Bertanggungjawab dan terlibat dalam kehidupan jemaat dan masyarakat.

   Apakah Saudara semakin bertanggungjawab dalam kehidupan jemaat maupun masyarakat? Apakah Saudara semakin berpikir dan bekerja keras memberikan kontribusi bagi perbaikan gereja dan masyarakat dan tidak lagi mencari kesenangan dan kenyamanan sendiri semata? Jika ya, benarlah iman Saudara sedang bertumbuh dan menjadi dewasa.



Blog EntrySep 9, '08 12:45 AM
for everyone
Setiap usaha hanya akan benar-benar memberikan hasil setelah seseorang menolak untuk berhenti (Napoleon Hill).

Sejarah telah menunjukkan bahwa pemenang-pemenang terkenal biasanya menemui hambatan yang menyakitkan sebelum mereka berhasil. Mereka berhasil sebab mereka tidak berkecil hati karena kegagalan-kegagalan mereka  (B.C.Forbes).

Pertimbangkan hal ini :
  • Woody Allen - penulis, produser dan sutradara pemenang Academy Award, tidak lulus dalam mata kuliah produksi film di New York University dan City College of New York. Dia juga tidak lulus dalam mata kuliah bahasa Inggris di New York University.
  • Clint Eastwood dan Burt Reynolds - Pada tahun 1959, pejabat tinggi Universal Pictures memecat Clint Eastwood danBurt Reynolds pada saat yang sama mengeluarkan pernyataan-pernyataan berikut ini. Kepada Burt Reynolds : "Anda tidak berbakat." Kepada Clint Eastwood : "Gigi anda berbicara terlalu pelan." Seperti yang anda ketahui sekarang, Burt Reynolds dan Clint Eastwood menjadi bintang terkenal dalam industri perfilman.
  • Marilyn Manroe - pada tahun 1944, emmeline Snively direktur agen Model Blue Book berkata kepada calon model yang berbakat, Norma Jean Baker (Marilyn Monroe), "Anda lebih baik belajar menjadi sekretaris atau kalau tidak menikah saja." 
  • Alexander Graham Bell - Ketika beliau menemukan telepon pd tahun 1876, penemuan ini tidak begitu populer dan kurang mendapat sambutan khalayak. Setelah mendemonstrasikan penemuannya (mencoba membuat percakapan telepon), Presiden Rutherford Hayes berkata, "Ini merupakan penemuan yang menakjubkan, tetapi siapa yang kan memakainya?"

Sumber : A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul, penulis Jack Canfield

Blog EntryJul 23, '08 2:43 AM
for everyone
Oleh : Pdt Daniel.T.A.Harahap
http://rumametmet.com

1. HASIL PERADABAN

.
Ulos (lembar kain tenunan khas tradisional Batak) pada hakikatnya adalah hasil peradaban masyarakat Batak pada kurun waktu tertentu. Menurut catatan beberapa ahli ulos (baca: tekstil) sudah dikenal masyarakat Batak pada abad ke-14 sejalan dengan masuknya alat tenun tangan dari
India. Hal itu dapat diartikan sebelum masuknya alat tenun ke Tanah Batak masyarakat Batak belum mengenal ulos (tekstil). Itu artinya belum juga ada budaya memberi-menerima ulos (mangulosi). Kenapa? Karena nenek-moyang orang Batak masih mengenakan cawat kulit kayu atau tangki. Pertanyaan: lantas apakah yang diberikan hula-hula kepada boru pada jaman sebelum masyarakat Batak mengenal alat tenun dan tekstil tersebut?
.
Pertanyaan itu hendak menyadarkan komunitas Kristen-Batak untuk menempatkan ulos pada proporsinya. Ulos pada hakikatnya adalah hasil sebuah tingkat peradaban dalam suatu kurun sejarah. Ulos pada awalnya adalah pakaian sehari-hari masyarakat Batak sebelum datangnya pengaruh Barat. Perempuan Batak yang belum menikah melilitkannya di atas dada sedangkan perempuan yang sudah menikah dan punya anak atau laki-laki cukup melilitkannya di bawah dada (buha baju). Ulos juga dipakai untuk mendukung anak (parompa), selendang (sampe-sampe) dan selimut (ulos) di malam hari atau di saat kedinginan.
.
Dalam perkembangan sejarah nenek-moyang orang Batak mengangkat kostum atau tekstil (pakaian) sehari-hari ini menjadi simbol dan medium pemberian hula-hula kepada boru (pihak yang lebih dihormat kepada pihak yang lebih menghormat).
.
2. MAKNA AWAL
.
Secara spesifik pada masa pra-kekeristenan ulos atau tekstil sehari-hari itu dijadikan medium (perantara) pemberian berkat (pasu-pasu) dari mertua kepada menantu/
anak perempuan, kakek/nenek kepada cucu, paman (tulang) kepada bere, raja kepada rakyat. Sambil menyampaikan ulos pihak yang dihormati ini menyampaikan kata-kata berupa berkat (umpasa) dan pesan (tona) untuk menghangatkan jiwa si penerima. Ulos sebagai simbol kehangatan ini bermakna sangat kuat, mengingat kondisi Tanah Batak yang dingin. Dua lagi simbol kehangatan adalah: matahari dan api.
.
Bagi nenek-moyang Batak yang pra-Kristen selain ulos itu an sich yang memang penting, juga kata-kata (berkat atau pesan) yang ingin disampaikan melalui medium ulos itu. Kita juga mencatat secara kreatif nenek-moyang Batak juga menciptakan istilah ulos na so ra buruk (ulos yang tidak bisa lapuk), yaitu tanah atau sawah. Pada keadaan tertentu hula-hula dapat juga memberi sebidang tanah atau ulos yang tidak dapat lapuk itu kepada borunya. Selain itu juga dikenal istilah ulos na tinonun sadari (ulos yang ditenun dalam sehari) yaitu uang yang fungsinya dianggap sama dengan ulos.
.
Ulos yang panjangnya bisa mencapai kurang lebih 2 meter dengan lebar 70 cm (biasanya disambung agar dapat dipergunakan untuk melilit tubuh) ditenun dengan tangan. Waktu menenunnya bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan tergantung tingkat kerumitan motif. Biasanya para perempuan menenun ulos itu di bawah kolong rumah. Sebagaimana kebiasaan jaman dahulu mungkin saja para penenun pra-Kristen memiliki ketentuan khusus menenun yang terkait dengan kepercayaan lama mereka. Itu tidak mengherankan kita, sebab bukan cuma menenun yang terkait dengan agama asli Batak, namun seluruh even atau kegiatan hidup Batak pada jaman itu. (Yaitu: membangun rumah, membuat perahu, menanam padi, berdagang, memungut rotan, atau mengambil nira).
Mengapa? Karena memang mereka pada waktu itu belum mengenal Kristus! Sesudah nenek moyang kita mengenal Kristus, mereka tentu melakukan segala aktivitas itu sesuai dengan iman Kristennya, termasuk menenun ulos!
.
3. PERGESERAN MAKNA ULOS
.
Masuknya Injil melalui para misionaris Jerman penjajahan Belanda harus diakui sedikit-banyak juga membawa pergeseran terhadap makna ulos. Nenek-moyang Batak mulai mencontoh berkostum seperti orang Eropah yaitu laki-laki berkemeja dan bercelana panjang dan perempuan Batak (walau lebih lambat) mulai mengenal gaun dan rok meniru
pola berpakaian Barat. Ulos pun secara perlahan-lahan mulai ditinggalkan sebagai kostum atau pakaian sehari-hari kecuali pada even-even tertentu. Ketika pengaruh Barat semakin merasuk ke dalam kehidupan Batak, penggunaan ulos sebagai pakaian sehari-hari semakin jarang. Apa akibatnya? Makna ulos sebagai kostum sehari-hari (pakaian) berkurang namun konsekuensinya ulos (karena jarang dipakai) jadi malah dianggap “keramat”. Karena lebih banyak disimpan ketimbang dipergunakan, maka ulos pun mendapat bumbu “magis” atau “keramat”. Sebagian orang pun mulai curiga kepada ulos sementara sebagian lagi menganggapnya benar-benar bertuah.
.
4. ULOS DAN KEKRISTENAN
.
Bolehkah orang Kristen menggunakan ulos? Bolehkah gereja menggunakan jenis kostum atau tekstil yang ditemukan masyarakat Batak pra-Kristen? Jawabannya sama dengan jawaban Rasul Paulus kepada jemaat Korintus: bolehkah kita menyantap daging yang dijual di pasar namun sudah dipersembahkan di kuil-kuil (atau jaman sekarang disembelih dengan doa dan kiblat agama tertentu)? Jawaban Rasul Paulus sangat tegas: boleh. Sebab makanan atau jenis pakaian tidak membuat kita semakin dekat atau jauh dari Kristus (II Korintus 8:1-11). Pertanyaan yang sama diajukan oleh orang Yahudi-Kristen di gereja Roma: bolehkah orang Kristen makan babi dan atau bercampur darah hewan dan semua jenis binatang yang diharamkan oleh kitab Imamat di Perjanjian Lama? Jawaban Rasul Paulus: boleh saja. Sebab Kerajaan Allah bukan soal makanan atau minuman tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus (Roma 14:17).
Analoginya sama: bolehkah kita orang Kristen memakai ulos? Jawabnya : boleh saja. Sebab Kerajaan Allah bukan soal kostum, jenis tekstil atau mode tertentu, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
.
Sebagaimana telah dikatakan di atas, pada masa lalu ulos adalah medium (pengantara) pemberian berkat hula-hula kepada boru. Pada masa sekarang, bagi kita komunitas Kristen-Batak ulos bukan lagi medium, tetapi sekedar sebagai simbol atau tanda doa (permohonan berkat Tuhan) dan kasih hula-hula kepada boru. Dengan atau tanpa memberi ulos, hula-hula dapat berdoa kepada Allah dan Tuhan Yesus Kristus memohon berkat untuk borunya. Ulos adalah simbol doa dan kasih hula-hula kepada boru. Kedudukannya sama dengan simbol-simbol lainnya: bunga, cincin, sapu tangan, tongkat dll.
.
5. NILAI ULOS BAGI KITA ORANG KRISTEN MODEREN
.
Sebab itu bagi kita komunitas Kristen-Batak moderen ulos warisan leluhur itu tetap bernilai atau berharga minimal karena 4 (empat) hal:
.
Pertama: siapa yang memberikannya. Ulos itu berharga karena orang yang memberikannya sangat kita hargai atau hormati. Ulos itu adalah pemberian mertua atau tulang atau hula-hula kita. Apapun yang diberikan oleh orang-orang yang sangat kita hormati dan menyayangi kita - ulos atau bukan ulos - tentu saja sangat berharga bagi kita.
.
Kedua: kapan diberikan. Ulos itu berharga karena waktu, even atau momen pemberiannya sangat penting bagi kita. Ulos itu mengingatkan kita kepada saat-saat khusus dalam hidup kita saat ulos itu diberikan: kelahiran, pernikahan, memasuki rumah dll. Apapun pemberian tanda yang mengingatkan kita kepada saat-saat khusus itu – ulos atau bukan ulos - tentu saja berharga bagi kita.
.
Ketiga: apa yang diberikan. Ulos itu berharga karena tenunannya memang sangat khas dan indah. Ulos yang ditenun tangan tentu saja sangat berharga atau bernilai tinggi karena kita tahu itu lahir melalui proses pengerjaan yang sangat sulit dan memerlukan ketekunan dan ketrampilan khusus. Namun tidak bisa dipungkiri sekarang banyak sekali beredar ulos hasil mesin yang mutu tenunannya sangat rendah.
.
Keempat: pesan yang ada dibalik pemberian ulos. Selanjutnya ulos itu berharga karena
dibalik pemberiannya ada pesan penting yang ingin disampaikan yaitu doa dan nasihat. Ketika orangtua atau mertua kita, atau paman atau ompung kita, menyampaikan ulos itu dia menyampaikan suatu doa, amanat dan nasihat yang tentu saja akan kita ingat saat kita mengenakan atau memandang ulos pemberiannya itu.
.
Disini kita tentu saja harus jujur dan kritis. Bagaimana mungkin kita menghargai ulos yang kita terima dari orang yang tidak kita kenal, pada waktu sembarangan secara masal, dengan kualitas tenunan asal-asalan? Tidak mungkin. Sebab itu komunitas Batak masa kini harus serius menolak trend atau kecenderungan sebagian orang “mengobral ulos”: memberi atau menerima ulos secara gampang. Ulos justru kehilangan makna karena terlalu gampang memberi atau menerimanya dan atau terlalu banyak. Bagaimana kita bisa menghargai ulos sebanyak tiga karung?
.
6. SIAPA MEMBERI - SIAPA MENERIMA?
.
Dalam Batak ulos adalah simbol pemberian dari pihak yang dianggap lebih tinggi kepada pihak yang dianggap lebih rendah. Namun keadaan kadang membingungkan. Ulos diberikan juga justru kepada orang yang dianggap pemimpin atau sangat dihormati. Dalam kultur Batak padahal ulos tidak pernah datang dari “bawah”. Lantas mengapa kita kadang memberi ulos kepada pejabat yang justru kita junjung, atau kepada pemimpin gereja yang sangat kita hormati? Bukankah merekalah yang seharusnya memberi ulos (mangulosi)? Kebiasaan memberi ulos kepada Kepala Negara atau Eforus (pimpinan gereja) selain mereduksi makna ulos juga sebenarnya merendahkan posisi kepala negara dan pemimpin gereja itu.
.
7. HANYA SALAH SATU CIRI KHAS
.
Ulos memang salah satu ciri khas Batak. Namun bukan satu-satunya ciri kebatakan. Bahkan sebenarnya ciri khas Batak yang terutama bukanlah ulos (kostum, tekstil),
tetapi bius dan horja, demokrasi, parjambaran, kongsi dagang, dan dalihan na tolu. Posisi ulos menjadi sentral dan terlalu penting justru setelah budaya Batak mengalami reduksi yaitu diminimalisasi sekedar ritus atau seremoni pernikahan yang sangat konsumtif dan eksibisionis. Hanya dalam rituslah kostum atau tekstil menjadi dominan. Dalam aksi sosial atau perjuangan keadilan politik, ekonomi, sosial dan budaya kostum nomor dua. Inilah tantangan utama kita: mengembangkan wacana atau diskursus kebatakan kita yang lebih substantif atau signifikan bagi kemajuan masyarakat dan bukan sekadar meributkan asesori atau kostum belaka.
.
8. ULOS DITERIMA DENGAN CATATAN
.
Ekstrim pertama: Sebagian orang Kristen-Batak menolak ulosnya karena dianggap sumber kegelapan. Padahal darah Tuhan Yesus yang tercurah di Golgota telah menebus dan menguduskan tubuh dan jiwa serta kultur Batak kita. Ulos artinya telah boleh dipergunakan untuk memuliakan Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus.
.
Ekstrim yang lain: Sebagian orang Kristen-Batak mengeramatkan ulosnya. Mereka menganggap ulos itu keramat, tidak boleh dijual, tidak boleh dipakai. Mereka lupa bahwa Kristus-lah satu-satunya yang berkuasa dan boleh disembah, bukan warisan nenek moyang termasuk ulos.
.
Sikap kristiani: Tantangan bagi kita komunitas Kristen-Batak sekarang adalah menempatkan ulos pada proporsinya: kostum atau tekstil khas Batak.
Tidak lebih tidak kurang. Bukan sakral dan bukan najis. Jangan ditolak dan jangan dikeramatkan! Jangan dibuang dan jangan cuma disimpan!
.


Blog EntryJul 10, '08 11:24 PM
for everyone
10 Transfer Sukses di Premier League 2007-08

Bola.Kompas Rabu, 28/5/2008 | 12:34 WIB

SUKSES seorang manajer akan banyak tergantung bagaimana dia merekrut pemain untuk kebutuhan timnya. Maka, strategi transfer dalam timnya sangat dibutuhkan agar mendapatkan pemain yang dibutuhkan.

Selama musim 2007-08 yang baru lalu, ternyata kesuksesan transfer tak harus didasarkan harga pemain. Pemain mahal tidak selalu memberi kontribusi besar, demikian juga sebaliknya. Kejelian pelatih membeli pemain dan mengoptimalkan pemain itu dalam permainan lebih menentukan.

Dari evaluasi Premier League 2007-08, transfer tersukses justru terjadi pada pembelian dengan harga 3 juta pounds. Berikut 10 transfer tersukses di Premier League selama musim 2007-08, berdasarkan kontribusi mereka kepada klub. Harga dalam poundsterling. Satu pounds sebesar Rp18.442.

1. Roque Santa Cruz (3 juta pounds) - Blackburn Rovers
Pemain berumur 26 tahun asal Paraguay ini dinilai menjadi pembelian tersukses di Premier League. Blackburn Rovers hanya mengeluarkan uang 3 juta pounds. Dalam 37 penampilannya, dia mencetak 19 gol. Cruz menempati urutan keempat daftar top skorer Premier League 2007-08.

Yang membuat dia menjadi pembelian terbaik karena kontribusinya jauh lebih besar dari harganya. Hanya 3 juta pounds, tapi dia memberikan 19 gol. Bandingkan dengan Fernando Torres yang dibeli Lvierpool dengan harga 26 juta pounds dan mencetak 24 gol. Buat Cruz, setiap satu juta pounds menghasilkan 6,3 gol. Sedangkan, dari satu juta pounds harga Fernando Torres menghasilkan 0,92 gol.

2. Fernando Torres (26 juta pounds) - Liverpool
Bersama Steven Gerrard, Fernando Torres menjadi pemain terbaik Liverpool sepanjang musim ini. Dia didatangkan dari Atletico Madrid dengan harga sangat tinggi, 26 juta pounds. Namun, kehadirannya cukup memberi kontribusi besar. Dia tampil begitu produktif dengan 24 gol dan diangap menjadi striker terbaik Liverpool sejak Ian Rush.

3. Bacary Sagna (6 juta pounds) - Arsenal
Tak ada yang mengenal Sagna, sebelum Arsene Wenger membelinya dari Auxerre. Tapi, ternyata dia tampil sangat bagus sepanjang musim ini. Bahkan, dia dianggap punya peran besar dalam sukses Arsenal memimpin klasemen, meski akhirnya tergeser. Sayang, bek kanan itu akhirnya cedera. Tapi, setidaknya dia telah menunjukkan permainannya berkualitas dan konsisten.

4. Jermaine Defoe (9 juta Pounds) - Portsmouth
Harry Redknapp cukup jeli ketika membeli Jermaine Defoe dari Tottenham Hotspur. Di Spurs, dia lebih banyak menjadi pemain cadangan. Tapi, begitu bergabung dengan Portsmouth, dia langsung memberi kontribusi besar. Dia hanya bermain 12 kali untuk Portsmouth di Premier League, tapi menyumbangkan 9 gol. Dia juga berperan membawa Portsmouth menempati urutan ke-8 klasemen akhir dan menjuarai Piala FA.

5. Owen Hargreaves (17 juta pounds) - Manchester United
Owen Hargreaves termasuk sukses di Manchester United musim ini. Permainannya yang tak kenal lelah ikut berperan besar dalam sukses MU menjuarai Premier League dan Liga Champions. Meski harganya cukup mahal, hasil yang diberikan terasa setara.

Apalagi, dia membawa perbedaan dalam permainan MU. Lini tengah Setan Merah jadi gagah dan kuat. Serangannya juga makin tajam. Apalagi, dia bisa melakukan tendangan bebas dengan baik. Dia juga bisa ditempatkan sebagai bek kanan maupun gelandang.

6. Martin Petrov (4,7 juta pounds) - Manchester City
Banyak yang meragukan pemain Bulgaria itu ketika dibeli Manchester City. Tapi, dia ternyata memberikan kontribusi besar dalam membawa klub meraih hasil terbaik di sejarah Premier League. Dari 34 penampilannya, pemain sayap kiri ini sudah mencetak lima gol dan 9 assist.

7. Carlos Tevez (pinjam) - Manchester United
Semua orang mengingat bagaimana Carlos Tevez menjadi kontroversi, karena tak jelas siapa yang berhak memilikinya. Manchester United akhirnya mampu mengikatnya dengan perjanjian pinjam selama dua tahun. Tevez langsung memberi kontribusi besar. Dia memberi warna yang lain dari serangan MU dan juga tajam. Dari 48 penampilannya, dia sudah membukukan 19 gol. Penambahan pemain yang menguntungkan, apalagi MU belum membayar biaya peminjaman.

8. Sulley Muntari (7 juta pounds) - Portsmouth
Kehadiran Muntari dari Udinese begitu bermanfaat. Dia membuat lini tengah Portsmouth menajdi kuat dalam bertahan dan tajam dalam menyerang. Meski sebagai gelandang, dia punya naluri gol yang baik. Permainannya yang konsisten dinilai menjadi salah satu unsur sukses Portsmouth menduduki urutan ke-8 Premier League dan menjuarai Piala FA.

9. Phil Jagielka (4 juta pounds) - Everton
Meski harganya murah, tapi dia memberi kualtias permainan yang tinggi dan pantas dibayar mahal. Sebagai pemain belakang, dia sangat konsisten dan posisinya tak pernah salah. Dia selalu bermain penuh semangat dan ambisi, tak mengenal lelah. Dia punya peran besar membawa Everton menduduki urutan ke-5 klasemen Premier League.

10. Blumer Elano (8 juta pounds) - Manchester City
Elano punya komitmen yang tinggi. Soal kemampuan, dia menjadi faktor penting kekuatan Manchester City. Elano punya kualitas tendangan, visi, dan passing yang tinggi. Kebangkitan Manchester City saat memasuki tahun 2008 tak bisa lepas dari peran Elano.


Blog EntryJul 10, '08 6:38 AM
for everyone
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) lahir dari proses panjang dan dramatis gerakan Pekabaran Injil yang bangsa Belanda, Amerika, dan Jerman. Sejak paruh abad ke-19 HKBP lambat laun berkembang menjadi Gereja muda paling besar di dunia.

Pekabaran Injil atau Zending sudah memasuki Indonesia pada masa pendudukan Portugis di kepulauan Maluku (1512-1605) ditandai dengan menetapnya beberapa misionaris Yesuit (Katolik Roma) di Ternate, pada tahun 1522. Penakluk VOC (Verenigde OosIndicshe Compagine) terhadap Portugis di Maluku pada tahun 1605 memulai babak baru Pekabaran Injil oleh Gereja Protestan.

Akan tetapi, awal abad ke-19 tetap dicatat sebagi masa-masa bersejarah Pekabaran Injil di Indonesia, dengan bekerjanya sejumlah organisasi Zending oleh Gereja-gereja Protestan dari Belanda dan Jerman (baca : Pekabaran Injil di Indonesia). Organisasi Pekabaran Injil Belanda yang sudah melakukan misinya di Indonesia adalah Nederlandse Zendeling Genootschap (NZG), dimulai selama Belanda di bawah kekuasaan Perancis (1795-1813) dan Indonesia di bawah pemerintahan sementara Inggris (Gubenur Jenderal Refles (1811-1816). Perhimpunan Belanda lainnya yang menyusul adalah Nederlandse Zendingsvereniging (NZV), Utrechtse Zendingsvereniging (UZV), sedangkan dari Jerman adalah Rheinische Missinsgesekkschaft (RM).

Biasanya pekabaran Injil dilakukan tersebar di koloni-koloni pemerintah Belanda di sejumlah pulau di Indonesia, antara lain di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Irian, Halmahera, Buru, Poso, Sangir, dan Talaud. TERTUTUP Ketika pekabaran Injil sudah dilakukan secara sistematis di sejumlah daerah di Indonesia tidak demikian halnya di Tanah Batak (Utara). Kawasan ini masih sangat tertutup seperti dikelilingi kabut misteri. Suku Batak Toba yang mendiaminya tetap asyik dengan kehidupan sosial yang dicengkeram agama suku, masih pelebegu, peradaban yang cenderung primitif karena hidup dalam permusuhan, perbudakan, penculikan, perampokan, perjudian, dan kanibalisme. Maka istilah “Jangan coba-coba mendekati orang Batak” memaksa Burton dan Ward menarik langkah mereka mundur dari Tanah Batak saat berkunjung Juli 1824. Burton dan Ward adalah utusan Babtist Church of England, tercatat sebagai misionaris pertama yang mengunjungi Tanah Batak.

Setelah kunjungan Burton dan Ward, ditaksir pada tahun 1825, pasukan Padri dan Bonjol, Minagkabau yang dipimpin Tuanku Rao menyerang Tanah Batak. Serangan mendadak berkekuatan 15.000 pasukan berkuda membasmi lebih dari separuh komunitas Batak Toba, peristiwa genocide (pembantaian suku) yang sangat mengerikan dalam sejarah Batak. Sebagian korban meninggal diakibatkan epidemi ganas yang berasal dari bangkai binatang peliharaan dan mayat-mayat yang tidak sempat dikubur.

Ada dua versi mengenai penyerangan Padri. Pertama, upaya penyebaran agama Islam oleh Imam Bonjol yang dikenal sebagai penganut mazhab Hambali berhaluan keras. Kedua, aksi balas dendam Tuanku Rao terhadap Raja Sisingamangaraja X. Konon, Tuanku Rao adalah si Pongki Nangolngolan, bere (keponakan) Raja Sisingamangaraja X yang diusur dari istana waktu masih kecil. Raja Sisingamangaraja sendiri tewas di tangan Tuanku Rao dengan cara dipenggal dari belakang. Penyerangan Padri menimbulkan trauma di kalangan suku Batak Toba dan sangat menaruh curiga pada setiap pendatang.

Bisa jadi sikap itulah yang diperlihatkan peristiwa Samuel Munson dan Henry Lyman yang mati martir di Sisangkak (sekarang masuk Kecamatan Adiankoting) 28 Juli 1834. Dua misionaris utusan Gereja Amerika dibunuh Raja Panggalamei. Mayat mereka di pertontonkan di sebuah pekan di Lobupining, tidak jauh dari Sisangkak, sebagai tanda kemenangan. Konon, mayat kedua martir itu dimakan hingga tinggal kerangka. Mundurnya Burton Ward serta tewasnya Munson-Lyman menjadi alasan pembenaran bagi pemeritah Hindia Belanda melarang para misionaris memasuki Tanah Batak.

Belanda sendiri sudah sudah menguasai Sumatera Barat dan Tanah Batak Bagian selatan (Mandailing dan Angkola) setelah berhasil menaklukkan pasukan Padri dalam perang yang disebut Padri Oorlog (perang Padri) pada tahun 1837. Pada tahun itu juga Belanda telah menarik garis-garis perbatasan antara daerah-daerah Batak yang mereka kuasai dengan daerah Batak yang belum dikuasai. Daerah Batak yang diuasai Belanda adalah pantai Barus, Natal, Mandailing, Barumun-Sosa, Padang Batak Angkola, dan Sisirok. Daerah-daerah itu disebut Keresidenan Tapanuli dipimpin seorang residen berkedudukan di Sibolga. Sedangkan daerah Batak yang belum dikuasai Belanda –disebut “Daerah Batak Merdeka” (De Onafhankelijke Bataklanden) terdiri dari kawasan yang didiami Batak Toba, yaitu Silindung, Humbang, Toba, dan Samosir.

MISIONARIS ERMELO

Secara umum Pekabaran Injil di dunia adalah mengkuti pembukaan segala benua melalui gerakan imperialisme dan kolonialisme. Maka, tak heran apabila missionaris perintis di Tanah Batak tertahan di Sipirok dan Angkola yang sudah masuk dalam penaklukan Belanda, belum masuk ke Tanah Batak sebelum daerah itu betul-betul masuk dalam kekuasaan Belanda . Setelah Burton–Ward dan Munson Lyman, misionaris perintis lain yang menyusul adalah Gerrit van Asselt. Dia diutus Ds Wetteven dari kota Ermello, Belanda, tiba di Sumatra Mei 1856 dan berpos di Sipirok ,1857. Organisasi yang megirimkan Gerrit van Asselt sangat kecil, bahkan dalam buku Sejarah Gereja, karangan Dr.H .Berkog dan Dr. IH Enklar sama sekali tidak disebut-sebut. Ada yang mencatat Zending Ermello berada di bawah naungan Nederlandse Zendingsvereniging (NZV). Akan tetapi, karena NZV baru berdiri pada tahun 1856, besar kemungkinan Zending Ermello berada di bawah naungan Nederandse Zending–Genootschap (NZG) yang berdiri pada tahun 1797, sebuah organisasi Zending dari mana NZV berasal.

Karena ketiadaan dana Gerrit van Asselt pun membiayai sendiri tugas–tugasnya sebagai penginjil. Hasilnya tentu tidak maksimal karena konsentrasinya terbagi sebagai opzichter (pelaksana) pembangunan jalan di Sibolga dan kemudian menjadi opzichter (administrator) gudang kopi milik Belanda di sipirok. Zending Ermelo mengirimkan lagi beberapa misionaris mendaampingi Gerrit van Asselt, yaitu FG Betz, Dammerboer, Koster, dan van Dallen. Misionaris menyusul ini bekerja sebagai tukang, mengingatkan model Pekabaran Injil yang dilakukan Ds. OG Heldring di Irian, Sangir dan Talaud. Koster dan van Dalen ditempatkan di Pargarutan. Van Dallen kemudian pindah ke Simapilapil. Dammerbooer jadi opzichter di sekolah Belanda sebelum ke Huta Rimbaru dan masuk ke Mission Java Komite. Gerrit van Asselt sendiri pada 31 Maret 1961 membaptis orang Batak Kristen pertama, Simon Siregar dan Jakobus Tampubolon di Sipirok.

MISIONARIS UTASAN RM

Semangat Pekabran Injil di Eropah tak lagi tergantung pada kerjasama suatu Gereja dengan pemerintahnya yang melakukan kolinialisasi ke berbagai benua. Di Jerman, di tepi sungai Zending. Rheinische Missionsgesellschaft(RM) yang berdiri pada tahun 1818 mengutus misionaris ke daratan luas dan suku-suku bangsa besar di Afrika dan Tiongkok, termasuk ke Indonesia yang berada di bawah penguasaan Belanda.

Di Indonesia, RM pertama sekali mengkonsentrasikan perkerjaannya di Kalimantan Tenggara sejak tahun 1836. Pada tahun 1859 meletus Perang Banjar yang dipimpin Pangeran Hidayat. Perang tersebut menelan banyak korban tewas – termasuk 4 pendeta, 3 istri, dan 2 anak Mereka. RM terpaksa mengundurkan Pekabaran Injil di sana lalu memindahkannya ke Tanah Batak (1861), Nias (1865), Mentawai (1901), dan Enggano (1903), Pekabaran Injil yang ditinggalkan RMG di Kalimantan Tenggara diteruskan Basler Mission Dari Swiss.

Pemindahan Zendeling dari Kalimantan ke Tanah Batak terkait dengan penugasan pimpinan RM, Inspektur Dr.Friedrich Fabri kepada misionaris yang tertahan di Batavia akibat Perang Banjar, pada tahun 1860. Ketika itu Febri berkunjung ke Amsterdam, Belanda. Dia sangat tertarik pada dokumen van der Took mengenai suku Batak Toba yang ditelitinya pada tahun 1849. Fabri mengutus Hoefen mengunjungi Tanah Batak, dan berdasarkan laporan Hoefen RM menugaskan dua misionaris, Klammer yang bertahan di Batavia dan Heine yang langsung didatangkan dari Barmen, ke Tanah Batak. Keduanya tiba di Sibolga 17 Agustus 1961 dan memilih Sipirok sebagai pos utama. Heine dan Klammer tinggal melapor ke residen Tapanuli di Sibolga karena Fabri sudah lebih dahulu meminta izin atas penugasan kedua misionaris itu ke pemerintahan Belanda.

HARI JADI HKBP

Dengan demikian telah bertugas misionaris Sending Emelo dan RM di perbatasan Tanah Batak Utara dan Tanah Batak Selatan. Karena Pekabaran Injil bersifat supra nasional, atas koordinasi Zending Emelo dan RM, Betz dan van Asset bergabung dengan Heine dan Klammer di bawah naungan RM. Keempat misionaris itu melakukan rapat pembagian tugas pada 7 Oktober 1861. Bentz mendapat tugas di tempat pelayanan yang telah dia buka sebelumnya, yaitu Bungabondar, Klammer di Sipirok, sedangkan Heine dan van Asselt di Pangaloan. Tanggal pembagian tugas inilah yang kemudian dicatat sebagai hari jadi atau lahirnya HKBP (Huria Kristen Batak Protestan).

NOMMENSEN

Ingwer Ludwig Nommensen (1834 – 1918) merupakan tokoh sentral Pekabaran Injil di Tanah Batak. Dialah yang kemudian dijuluki sebagai “Rasul Batak” yang menjadikan suku Batak Toba menjadi suku bangsa maju. Dia menginjakkan kaki di Barus Juni 1862, ditempatkan oleh rekan-rekan pendahulunya di Parausorat Desember 1862, lalu menginjakkan kaki di Silindung November 1863. Pekerjaan di perbatasan, menurutnya tidak memadai karena dominan penduduknya sudah memeluk agama Islam. Tak ada cara lain kecuali memasuki Tanah Batak, Silindung adalah pilihan utama karena jumlah penduduknya sangat besar, meskipun ditentang pemerintah Hindia Belanda, harus ditempuh melalui medan yang berat yaitu hutan belantara yang penuh marabahaya, serta kemungkinan ditolak bahkan bisa terbunuh.

Dr.H.Berkof dan Dr.IH Enklaar dalam sejarah Gereja mencatat, ”sungguhpun mula-mula pekerjaannya (pekerjaan Nommensen) amat susah dan ia sering ditimpa sengsara dan bahaya, tetapi ia bernubuat: Aku melihat seluruh daerah ini ditaburi dengan gedung-gedung gereja dan sekolah! Sekarang ramalan itu sudah di genapi, karena oleh strategi Zending yang cakap, pimpinan yang kuat, pekerja yang banyak dan latihan pengantar-pengantar jemaat dan guru sekolah dengan secukupnya dari permulaan, maka lama kelamaan Gereja Kristus di Tanah Batak meluas sampai menjadi Gereja muda paling besar di dunia.

” Lothar Schreiner,dalam bukunya Adat dan Injil membuat tahapan sejarah pengkristenan orang Batak denga merujuk pada tugas pelayanan Ingwer Ludwig Nommensen dan di mulainya pekabaran Injil oleh RMG (Rheinische Mission Gesellschaft) di tanah Batak. 1861-1881: di sebut sebagai peletakan dasar-dasar pertama perkabaran Injil oleh Nommensen dan PH johansen di lembah silindung,dengan sokongan kuat dari penguasa lokal Raja Pontas Lumbantobing,di susul dengan penerjemahan kitab-kitab dasar untuk jemaat-jemaat, yakni Katekismus Kecil pada tahun 1874 dan perjanjian baru pada tahun 1878.Tata Gereja yang pengaruhnya paling dalam serta lama karena berlaku sampai tahun 1930, diberlakukan mula-mula pada tahun 1881.

1881-1901:

Nommensen memindahkan tempat kediamannya ke Toba dan merencanakan serta memimpin sendiri pekerjaannya. Didirikanlah jemaat-jemaat dalam wilayah yang semakin luas di daerah-daerah danau Toba dan di tampung golongan-golongan besar, sehingga terbentuklah suatu gereja suku. Pada tahun 1885 pendeta-pendeta pertama ditahbiskan. Sampai dengan tahun 1901 sudah 48.000 orang Batak dibaptiskan.

1901-1918:

Masih dicirikan oleh prakarsa Nommensen termasuk melakukan pekabaran Injil ke Batak Simalungun. Di Simalungun pengkristenan tidak lagi berlangsung begitu sistematis sebagaimana terjadi di kalangan Batak Toba. Barulah setelah tahun 1940 sebagian besar orang-orang Batak Simalungun berhasil dikristenkan. 1918-1940: ditandai dengan pekerjaan J.Warneck sebagai Ephorus menggantikan Nommensen yang meninggal dunia pada tahun 1918, melalui suatu tata gereja yang baru membuat Gereja Batak mandiri secara yuridis. (Dalam bukunya Lothar Schreiner menyebut HKBP dengan Gereja Batak). Barulah pada 1940 HKBP berhasil mandiri dalam arti yang sebenarnya, yakni ketika para zendeling jerman diinternir dan sinode memilih seorang pendeta Batak, K.Sirait menjadi ephorus. 1940-1954: ditandai dengan masa pendudukan Jepang dan masa revolusi di Indonesia. Pendidikan pendeta dan penyelenggaraan jemaat-jemaat dilakukan tanpa bantuan dan sokongan luar negeri. Hubungan-hubungan dengan luar negeri pulih ketika HKBP menjadi anggota yang ikut mendirikan Dewan Gereja-gereja se-Dunia (1948) dan dengan pengakuan Iman sendiri (1951) memasuki Federasi Gereja-gereja Lutheran se-Dunia(1952). 1954-hingga buku Gereja dan Injil ini diterbitkan pada tahun 1972: ditandai dengan didirikannya Universitas Nommensen (1954) dengan kira-kira 3.000 mahasiswa pada tahun 1971, dan suatu tata gereja baru (1962) yang dengannya dihapuskan sinode distrik. HKBP juga mengembangkan usaha pendidikan dan penginjilan dikalangan orang-orang Jawa di Sumatera Timur, orang-orang Sakai di Riau, dan di Malaysia. Pada permulaan tahun 1960-an HKBP hampir mempunyai 900.000 anggota di sumatera dan banyak jemaat di pulau lainnya dan di Singapura. Dalam perkembangannya HKBP beberapa kali mengalami peristiwa “ditinggalkan jemaat”, di mulai tahun 1927 dengan berdirinya Mission Batak, disusul Huria Christen Batak (HCB), Punguan Kristen Batak (PKB), dan Huria Kristen Indonesia (HKI). Pada tahun 1964 sejumlah anggota keluar dan menamakan diri Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI). Atas kemelut HKBP yang terjadi pada tahun 1990-an sejumlah anggota juga banyak yang pindah ke Gereja lain. Menurut Almanak HKBP tahun 2007 HKBP memiliki 3.139 gereja yang tersebar di Indonesia bahkan di Singapura dan Amerika Serikat. Dengan jumlah lebih dari 5 juta jemaat HKBP di catat sebagai lembaga keagamaan dengan jumlah angota terbesar ketiga setelah Nahdatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah.

Sumber : HORAS

Blog EntryJul 10, '08 5:23 AM
for everyone
Sepuluh Rahasia Sukses Bangsa Jepang
*Romi Satria Wahono*

1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan
Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa
melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak dibutuhkan" oleh perusahaan.

2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena
"mengundurkan diri" bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh Perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio
Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang
  dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber
daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya  Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak
habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis
peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk
membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini
tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab
penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa "1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang
professor Jepang yang berkelompok" . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam "rin-gi".

9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih
untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University Mmengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun
kehabisan uang, mereka "meminjam" uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata "tidak" untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena "hai" belum tentu "ya" bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang.
Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk
beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan
mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor "non-teknis" yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk
berbagai  per masalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Blog EntryJul 10, '08 4:41 AM
for everyone

Buat teman-teman yang merayakan dimanapun berada apapun kebangsaannya ini ada ucapan natal dalam 75 bahasa. tebarkan kasih, jauhkan hati dari rasa benci dan sebarkan damai di muka bumi. cintailah hidup ini...

Afrikaans

'n Geseende Kersfees en 'n voorspoedige Nuwejaar

Afrikander

Een Plesierige Kerfees

Albanian

Gezuar Krishtlindje

Arabic

I'D MIILAD SAID OUA SANA SAIDA

Armenian

Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand

Azeri

Tezze Iliniz Yahsi Olsun

Basque

Zorionstsu Eguberri. Zoriontsu Urte Berri On

Bengali

Bodo Din Shubh Lamona

Bohemian

Vesele Vanoce

Breton

Nedeleg laouen na bloavezh mat

Bulgarian

Tchestita Koleda; Tchestito Rojdestvo Hristovo

Celtic

Nadolig Llawen a Blwyddyn Newydd Dda

Chinese (Mandarin)

Kung His Hsin Nien bing Chu Shen Tan

Chinese (Cantonese)

Gun Tso Sun Tan'Gung Haw Sun

Chinese (Hong Kong)

Kung Ho Hsin Hsi. Ching Chi Shen Tan

Cornish

Nadelik looan na looan blethen noweth

Cree

Mitho Makosi Kesikansi

Croatian

Sretan Bozic

Czech

Prejeme Vam Vesele Vanoce a stastny Novy Rok

Danish

Gladelig Jul

Dutch

Vrolijk Kerstfeest en een Gelukkig Nieuwjaar!

English

Merry Christmas

Esperanto

Gajan Kristnaskon

Estonian

Roomsaid Joulu Puhi

Farsi

Cristmas-e-shoma mobarak bashad

Finnish

Hyvaa joulua

French

Joyeux Noel

Frisian

Noflike Krystdagen en in protte Lok en Seine yn it Nije Jier!

German

Froehliche Weihnachten

Greek

Kala Christouyenna!

Hawaiian

Mele Kalikimaka

Hebrew

Mo'adim Lesimkha. Chena tova

Hindi

Bada Din Mubarak Ho

Hungarian

Kellemes Karacsonyi unnepeket

Icelandic

Gledileg Jol

Indonesia

Selamat Hari Natal

Iraqi

Idah Saidan Wa Sanah Jadidah

Irish

Nollaig Shona Dhuit

Italian

Buone Feste Natalizie

Japanese

Shinnen omedeto. Kurisumasu Omedeto

Kala

Khristougena kai Eftikhes to Neon Etos

Korean

Sung Tan Chuk Ha

Latvian

Priecigus Ziemas Svetkus un Laimigu Jauno Gadu

Lettish

Priecigus Ziemassvetkus

Lithuanian

Linksmu Kaledu

Manx

Nollick ghennal as blein vie noa

Maori

Meri Kirihimete

Marathi

Shub Naya Varsh

Navajo

Merry Keshmish

Northern Sotho

Matlhatse le matlhogonolo mo ngwageng o moswa

Norwegian

God Jul Og Godt Nytt Aar

Pennsylvania German

En frehlicher Grischtdaag un en hallich Nei Yaahr!

Papiamento

Bon Pasku i Felis Anja Nobo

Polish

Wesolych Swiat Bozego Narodzenia

Portuguese

Feliz Natal

Rapa-Nui

Mata-Ki-Te-Rangi. Te-Pito-O-Te-Henua

Romanian

Craciun Fericit

Russian

Pozdrevlyayu s prazdnikom Rozhdestva i s Novim Godom

Serbian

Hristos se rodi

Slovakian

Sretan Bozic or Vesele vianoce

Samoan

La Maunia Le Kilisimasi Ma Le Tausaga Fou

Scottish

Nollaig Chridheil agus Bliadhna Mhath Ur

Serbian

Hristos se rodi!

Singhalese

Subha nath thalak Vewa. Subha Aluth Awrudhak Vewa

Slovak

Vesele Vianoce. A stastlivy Novy Rok

Slovene

Vesele Bozicne. Screcno Novo Leto

Spanish

Feliz Navidad!

Swedish

God Jul and (Och) Ett Gott Nytt Ar

Tagalog

Maligayamg Pasko. Masaganang Bagong Taon

Tamil

Nathar Puthu Varuda Valthukkal

Thai

Sawadee Pee Mai

Turkish

Noeliniz Ve Yeni Yiliniz Kutlu Olsun

Ukrainian

Srozhdestvom Kristovym

Urdu

Naya Saal Mubarak Ho

Vietnamese

Chung Mung Giang Sinh

Waray

Maupay nga Pasko ngan Mainuswagon nga Bag-o nga Tu-ig

Welsh

Nadolig Llawen

Zulu

Nginifisela inhlanhla ne mpumelelo e nyakeni


Blog EntryJul 9, '08 5:13 AM
for everyone

Pengertian Dalihan Natolu secara letterlijk adalah satuan tungku tempat memasak yang terdiri dari tiga batu. Pada zamannya, kebiasaan masyarakat Batak memasak di atas tiga tumpukan batu, dengan bahan bakar kayu. Tiga tungku itu, dalam bahasa Batak disebut dalihan. Falsafah dalihan natolu paopat sihal-sihal dimaknakan sebagai kebersamaan yang cukup adil dalam kehidupan masyarakat Batak.
Tungku merupakan bagian peralatan rumah yang sangat vital. Karena menyangkut kebutuhan hidup anggota keluarga, digunakan untuk memasak makanan dan minuman yang terkait dengan kebutuhan untuk hidup. Dalam prakteknya, kalau memasak di atas dalihan natolu, kadang-kadang ada ketimpangan karena bentuk batu ataupun bentuk periuk. Untuk mensejajarkannya, digunakan benda lain untuk mengganjal. Dalam bahasa Batak, benda itu disebut Sihal-sihal. Apabila sudah pas letaknya, maka siap untuk memasak.
Ompunta naparjolo martungkot salagunde. Adat napinungka ni naparjolo sipaihut-ihut on ni na parpudi. Umpasa itu sangat relevan dengan falsafah dalihan natolu paopat sihal-sihal sebagai sumber hukum adat Batak.

Apakah yang disebut dengan dalihan natolu paopat sihal-sihal itu ? dari umpasa di atas, dapat disebutkan bahwa dalihan natolu itu diuraikan sebagai berikut :
Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Angka na so somba marhula-hula siraraonma gadongna, molo so Manat mardongan tubu, natajom ma adopanna, jala molo so elek marboru, andurabionma tarusanna.
Itulah tiga falsafah hukum adat Batak yang cukup adil yang akan menjadi pedoman dalam kehidupan sosial yang hidup dalam tatanan adat sejak lahir sampai meninggal dunia.


Somba marhula-hula.
Hula-hula dalam adat Batak adalah keluarga laki-laki dari pihak istri atau ibu, yang lazim disebut tunggane oleh suami dan tulang oleh anak.
Dalam adat Batak yang paternalistik, yang melakukan peminangan adalah pihak lelaki. Sehingga apabila perempuan sering datang ke rumah laki-laki yang bukan saudaranya, disebut bagot tumandangi sige. (artinya, dalam budaya Batak tuak merupakan minuman khas. Tuak diambil dari pohon Bagot (enau). Sumber tuak di pohon Bagot berada pada mayang muda yang di agat. Untuk sampai di mayang diperlukan tangga bambu yang disebut Sige. Sige dibawa oleh orang yang mau mengambil tuak (maragat). Itulah sebabnya, Bagot tidak bisa bergerak, yang datang adalah sige. Sehingga, perempuan yang mendatangi rumah laki-laki dianggap menyalahi adat.
Pihak perempuan pantas dihormati, karena mau memberikan putrinya sebagai istri yang memberi keturunan kepada satu-satu marga. Penghormatan itu tidak hanya diberikan pada tingkat ibu, tetapi sampai kepada tingkat ompung dan seterusnya.
Hula-hula dalam adat Batak akan lebih kelihatan dalam upacara Saurmatua (meninggal setelah semua anak berkeluarga dan mempunyai cucu). Biasanya akan dipanggil satu-persatu, antara lain :
Bonaniari, Bonatulang, Tulangrorobot, Tulang, Tunggane, dengan sebutan hula-hula.
Disebutkan, Naso somba marhula-hula, siraraon ma gadong na. Gadong dalam masyarakat Batak dianggap salah satu makanan pokok pengganti nasi, khususnya sebagai sarapan pagi atau bekal/makan selingan waktu kerja (tugo).
Siraraon adalah kondisi ubi jalar (gadong) yang rasanya hambar. Seakan-akan busuk dan isisnya berair. Pernyataan itu mengandung makna, pihak yang tidak menghormati hula-hula akan menemui kesulitan mencari nafkah.

Dalam adat Batak, pihak borulah yang menghormati hula-hula. Di dalam satu wilayah yang dikuasai hula-hula, tanah adat selalu dikuasai oleh hula-hula. Sehingga boru yang tinggal di kampung hula-hulanya akan kesulitan mencari nafkah apabila tidak menghormati hula-hulanya. Misalnya, tanah adat tidak akan diberikan untuk diolah boru yang tidak mnghormati hula-hula (baca elek marboru)

Dalam budaya Batak, ada umpasa Litok aek ditoruan, tujulu ni jalanan. Hal ini terjadi apabila dalam suatu keluarga terdapat penderitaan atau kesusahan hidup. Ada pemikiran, semasa hidup pendahulu dari generasi yang sengsara atau menderita itu ada sikap-sikap yang tidak menghormati hula-hula, sehingga pernyataan siraraon do gadongna dianggap menjadi bala dalam kehidupannya. Untuk menghilangkan bala itu, diadakanlah upacara adat mamboan sipanganon untuk memohon ampun apabila ada kesalahan-kesalahan generasi terdahulu kepada pihak hula-hula. Upacara mamboan sipanganon disampaikan kepada keturunan pihak hula-hula setaraf generasi terdahulu atau tingkat yang dianggap pernah terjadi kesalahan itu.

Dalam berbagai agama, ibu sangat diagungkan. Bahkan ada ungkapan sorga ada ditelapak kaki ibu. Dalam agama Kristen, hukum Taurat ke V menyebutkan, hormatilah ibu-bapamu agar lanjut usiamu, dst. Tidaklah bertentangan bila falsafah dalihan na tolu somba marhula-hula diterapkan. Karena kita menghormati keluarga ibu yang kita cintai itu. Dalam agama Kristen disebutkan, kalau menghormati orang tua, akan mendapat berkat dan lanjut usia.

Manat Mardongan Tubu.
Dongan tubu dalam adat Batak adalah kelompok masyarakat dalam satu rumpun marga. Rumpun marga suku Batak mencapai ratusan marga induk. Silsilah marga-marga Batak hanya diisi oleh satu marga. Namun dalam perkembangannya, marga bisa memecah diri menurut peringkat yang dianggap perlu, walaupun dalam kegiatan adat menyatukan diri. Misalnya Si Raja GURU MANGALOKSA menjadi Hutabarat, Hutagalung, Panggabean, dan Hutatoruan (Tobing dan Hutapea). Atau Toga Sihombing yakni Lumbantoruan, Silaban, Nababan dan Hutasoit. Dongan Tubu dalam adat Batak selalu dimulai dari tingkat pelaksanaan adat bagi tuan rumah atau yang disebut Suhut. Kalau marga A mempunyai upacara adat, yang menjadi pelaksana dalam adat adalah seluruh marga A yang kalau ditarik silsilah ke bawah, belum saling kawin
Gambaran dongan tubu adalah sosok abang dan adik. Secara psikologis dalam kehidupan sehari-hari hubungan antara abang dan adik sangat erat. Namun satu saat hubungan itu akan renggang, bahkan dapat menimbulkan pertumpahan darah.
Angka naso manta mardongan tubu, na tajom ma adopanna. Ungkapan itu mengingatkan, na mardongan tubu (yang semarga) potensil pada suatu pertikaian. Pertikaian yang sering berakhir dengan adu fisik .
Dalam adat Batak, ada istilah panombol atau parhata yang menetapkan perwakilan suhut (tuan rumah) dalam adat yang dilaksanakan. Itulah sebabnya, untuk merencanakan suatu adat (pesta kawin atau kematian) namardongan tubu selalu membicarakannya terlebih dahulu. Hal itu berguna untuk menghindarkan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan adat. Umumnya, Panombol atau parhata diambil setingkat di bawah dan/atau setingkat di atas marga yang bersangkutan.

Apabila dalam suatu adat Batak terdapat pelecehan atau sikap meremehkan teman semarganya, biasanya akan berakhir dengan perdebatan sengit bahkan pada perkelahian. Hal itu dapat dipahami, karena suatu keluarga yang bersaudara antara abang dan adik tidak terdapat batas-batas. Bahkan karena diikat oleh kasih sayang, dalam adat Batak , namardongan tubu dapat selalu memanggil nama, khususnya kepada tingkat di bawahnya. Misalnya panggilan "ho", "langkam", "amani aha", dll panggilan yang sangat akrab.
Namun harus diingat, dalam keakraban itulah terdapat peluang-peluang sakit hati yang menimbulkan pertikaian atau perkelahian. Hal ini dapat terjadi pada tonggo raja (perencanaan acara puncak adat) yang tidak menempatkan posisi dongan tubu sesuai dengan kepentingan adat.
Dalam kasus lain, manta mardongan tubu sangat perlu diingat dalam masalah harta warisan atau masalah kepemilikan. Karena dalam kenyataannya, masalah warisanlah penyebab terbesar pertikaian di kalangan namardongan tubu. Hal itu terbukti pula dalam persidangan-persidangan pengadilan negeri di Bona Pasogit yang bertikai akibat harta warisan (terutama tanah) sering membawa korban jiwa.
Pertikaian akibat harta warisan antara boru ke hula-hula sangat jarang sekali. Dalam ungkapan (umpasa) batak ada istilah jolo diseat hata asa di seat raut. Artinya, sebaiknya segala sesuatu itu dimusyawarahkan dulu sebaik-baiknya, barulah dilaksanakan. Umunya umpasa itu disampaikan dalam rangka pembagian jambar, yang diatur oleh pihak-pihak namardongan tubu. Itulah sebabnya ada ungkapan marpanungkun (konsultasi).
Patutak Pande Bosi, soban bulu panggorgorina. Marpukpak angka na marhahamaranggi (na mardongan tubu) angka boru ma pangolanina. Pandai Besi (pande bosi) biasanya dalam membentuk tempahannya sangat riuh bunyi peralayannya. Namun untuk menjadikan tempahan itu, harus ada kayu atau arang yang membakarnya supaya jadi baik. Demikian diumpamakan, kalau pihak hula-hula namardongan tubu bertikai karena sesuatu hal, agar tercapai kebaikan, pihak boru berperan sebagai penengah, bukan terlihat dalam pertikaian itu.


  1. Ulaon par Husipon Dohot Tonggo / Ria Raja
    1. Molo Raja Manurung Parboru laos diparhusipon ima dihatai angka rumang ni ulaon paradaton dohot par jambaran namasa di Patambor Sejabodetabek. Jala dung sidung parhusipon laos diudutima martonggo / Mar Ria Raja.
    2. Molo Raja Manurung par anak laos diparhusipon ima dihatai angka rumang ni ulaon paradaton dohot parjambaran namasa di Patambor Sejabodetabek. Dung sidung ulaon martupol, diuduti ma muse ulaon martonggo / Mar Ria Raja.

 

  1. Ulaon Mar Sibuha-buhai
    1. Molo parboru bolahan amak (dialap jual), patupaon do ulaon “marsibuh-buhai” di huta ni parboru jala tangkas do boanon ni paranak sipanganon na marsintuhun ima pinahan lobu / na marmiak-miak, suang songon i do nang parboru patupa on na da “dengke simudur-udur”.
    2. Molo paranak bolahan amak ( di taruhon jual ), ndang adong be na margoar ulaon “Marsibuha-buhai”, ala i tongtong do ro paranak tu huta ni parboru songon na manomu nomu na naeng parumean na, jala di si ma paranak dohot parboru martugo manogot andorang so borhat to gereja.

     

     3.   Partording ni parmasuhon tu alaman (gedung)

 a.  Molo Parboru bolahan amak (dialap jual) rap masuk do penganten dohot

      suhut parboru, suhut paranak tu tonga ni alaman (tu bagasan gedung)

 b.  Molo Paranak bolahan amak (ditaruhon jual), par jolo ma suhut 

      paranak masuk tu tonga ni alamanna (tu bagasan gedung).

      Dung i roma suhut parboru tangkas mengudurhon (manaruhon) boruna tu

      huta ni paranak, jala di si ma antong ianggo helana i mandongani boru na

      i.

 

  1. Partording ni panjaloon di haroroni hula-hula dohot Tulang.

a.       Di ulaon na pangolihon anak / na pahutahon boru, sahali manjalo ma paranak dohot parboru di harro ni hula-hula.

b.       Hula-hula, Tulang, Bona Tulang, Bona ni ari, Tulang rorobot, Hula-hula ni na marhaha maranggi, Hula-hula ni anak manjae.

 

  1. Taringot tu Parbue na pir na binaon ni angka tutur

a.       Molo parboru bolahan amak (dilalap jual), sude parbue na pir na binoan ni dongan tubu ni parboru / dongan sahuta ni parboru / ale-ale ni parboru

      suang songon ni dohot na binaon ni dongan parhundul ni parboru, tu

      parboru do hasatan na, jala parboru do na patupahon jambar tataring

      (ulak ni tandok) ni sude na mamboan parbue na pir i. 

b.       Molo paranak bolahan amak (ditaruhon jual), sude parbue na pir na ro tarlumobi parbue na pir na binoan ni uduran ni parboru, tu paranak do sude hasahatan na jala paranak do na patupahon jambar tataring (ulak ni tandok) ni sude na mamboan parbue na pir i. Ala I molo di suru parboru parhobas na laho mandongani parhobas ni paranak, din a laho manjalo haroro ni Hula-hula / Tulang ni Parboru, na uli jala na denggan ma i.

 

  1. Parjambaran juhut ni pesta unjuk

a.       Tongtong ma si dapot solup na ro, jala molo Raja Manurung parboru laos Raja Manurung bolahan amak (dilalap jual), tapartahanton ma tong-tong asa di hita ( di Raja Manurung) ihur-ihur himpal dohot osang himpal, alai molo hita paranak / bolahan amak tong-tong ma ihur-ihur ni jual ni parboru.

b.       Rumang ni angka par jambaran juhut :

-         Jambar ni Hula-hula = Osang

-         Jambar ni Tulang/Hula-hula na asing = Somba-somba

-         Jambar ni Boru tubu / boru parsadaan =  Na Marngingi

-         Jambar ni Na Marhahamaranggi = Soit

-         Jambar ni Pariban = Jambar Nagok

-         Jambar ni Dongan Sahuta = Soit

-         Jambar ni ale-ale = Jambar Nagok

-         Jambar ni Tulang Ni Hela = Dibuat sianihur-ihur

-         Jambar ni Bere / ibebere = Jambar Nagok

-         Jambar ni punguan-punguan = Jambar Nagok

-         Jambar ni Pangula ni huria = Jambar Nagok.

 

                Catatan :

                 Sarupa do parjambaran ni namar miak-miak dohot lombu sitio-tio.

 

  1. Pinggan panganan dohot ulos-ulos

a.       Dung singkop sahat tu hasahatan na “ Parjambaran Sinamot” udut ma muse mardalan pinggan panganan, tu sude na ni ontang ni suhut parboru ( na ro di ulaon i ).

b.       Molo paranak di pasahat ma ulos-ulos tu sude na ni ontang na ro di ulaon i.

 

  1. Manjalo dohot pasahathon panandaion tu suhi ni ampang naopat dohot angka todoan na asing godang na, 9 ( sia hali) pasahathon.

 

    9.   Ulos Herbang

a.       Manjalo dohot mangalehon ulos herbang din a pangolihon anak dohot pahutahon boru godang na maksimal 11 (sampulu sada) bulung dohot tu suhini ampang naopat.

b.       Ulos holong (ulos herbang) tu panganten sian horong ni parboru, holan bona ni hasuhutonn i na ma (suhut tangkas) na pasahathon godang na 7 (pitu) bulung. Ulos na titonun sadari ma sian ruas ni Patambor Sejabodetabek, songon singkat ni ulos holong tu penganten.

c.       Angka punguan, tongtong do pasahathon ulos herbang tu penganten.

d.       Pasahathon ulos holong tu Bere mangoli dohot Ibebere godang na 11 (sampulu sada) bulung.      

 

 

Keputusan Pengurus Patambor Wilayah Jabodetabek Nomor : 02/Patambor-Wil/SK-Adat/III/2006 Tanggal 3 Maret 2006

Blog EntryJul 8, '08 4:28 AM
for everyone
Oleh : Pdt. Daniel TA Harahap, MA

JAMBAR adalah istilah yang sangat khas Batak. Kata jambar menunjuk
kepada hak atau bagian yang ditentukan bagi seseorang (sekelompok
orang). Kultur Batak menyebutkan ada 3(tiga) jenis jambar. Yaitu: hak
untuk mendapat bagian atas hewan sembelihan (jambar juhut), hak untuk
berbicara (jambar hata) dan hak untuk mendapat peran atau tugas dalam
pekerjaan publik atau komunitas (jambar ulaon).

Tiap-tiap orang Batak atau kelompok dalam masyarakat Batak (hula-hula,
dongan sabutuha, boru, dongan sahuta dll) sangat menghayati dirinya
sebagai parjambar. Yaitu: orang yang memiliki sedikit-dikitnya 3(tiga)
hak: bicara, hak mendapat bagian atas hewan yang disembelih dalam
acara komunitas, dan hak berperan dalam pekerjaan publik atau pesta
komunitas. Begitu pentingnya penghayatan akan jambar itu, sehingga
bila ada orang Batak yang tidak mendapatkan atau merasa disepelekan
soal jambarnya maka dia bisa marah besar.

1. JAMBAR HATA

Pertama-tama tiap-tiap orang dalam komunitas Batak (kecuali anak-anak
dan orang lanjut usia yang sudah pensiun dari adat/ naung manjalo
sulang-sulang hariapan) diakui memiliki hak bicara (jambar hata).
Sebab itu dalam tiap even pertemuan komunitas Batak tiap-tiap orang
dan tiap-tiap kelompok/ horong harus diberikan kesempatan bicara
(mandok hata) di depan publik. Jika karena alokasi waktu jambar hata
harus direpresentasikan melalui kelompok/ horong (hula-hula, dongan
tubu, boru dll) maka orang yang ditunjuk itu pun harus berbicara atas
nama kelompok/ horong
yang diwakilinya. Sebagai simbol dia harus memanggil anggota
kelompoknya berdiri bersama-sama dengannya. Sekilas mungkin orang luar
mengatakan bahwa acara mandok hata ini sangat bertele-tele dan tidak
efisien.
Namun pada hakikatnya jambar hata ini menunjuk kepada pengakuan bahwa
tiap-tiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapatnya (baca: hak
untuk didengarkan) di depan publik. Bukankah hal-hal ini sangat
demokratis dan moderen?

2. JAMBAR JUHUT

Selanjutnya jambar juhut menunjuk kepada pengakuan akan hak tiap-tiap
orang untuk mendapat bagian dari hewan sembelihan dalam pesta. Lebih
jauh. jambar juhut ini merupakan simbol bahwa tiap-tiap orang berhak
mendapat bagian dari sumber-sumber daya (resources) kehidupan atau
berkat yang diberikan Tuhan. Sebab itu bukan potongan daging (atau
tulang) itu yang terpenting tetapi pengakuan akan keberadaan dan hak
tiap-tiap orang. Sebab itu kita lihat dalam even pertemuan Batak bukan
hanya hasil pembagian hewan itu yang penting tetapi terutama proses
membagi-baginya. (acara mambagi jambar). Sebab proses pembagian jambar
itu pun harus dilakukan secara terbuka (transparan) dan melalui
perundingan dan kesepakatan dari semua pihak yang hadir, dan tidak
boleh langsung di-fait accompli oleh tuan rumah atau seseorang tokoh.
Jolo sineat hata asa sineat raut. Setiap kali potongan daging atau
juhut diserahkan kepada yang berhak maka protokol (parhata) harus
mempublikasikan (manggorahon) di depan publik. Selanjutnya setiap kali
seseorang menerima jambar maka ia harus kembali mempublikasikannya
lagi kepada masing-masing anggotanya bahwa jambar (hak) sudah mereka
terima.
Jambar juhut ini menunjuk kepada gaya hidup berbagi (sharing) yang
sangat relevan dengan kehidupan modernitas (demokrasi) dan
kekristenan. Sumber daya kehidupan atau berkat Tuhan tidak boleh
dinikmati sendirian tetapi harus dibagi-bagikan secara adil dalam
suatu proses dialog yang sangat transparan.
Inilah salah kontribusi komunitas Batak kepada masyarakat dan negara
Indonesia. Bahwa hasil pembangunan dan devisa Indonesia seyogianya
harus bisa juga dibayangkan sebagai ternak sembelihan yang semestinya
dibagi-bagi kepada seluruh rakyat secara adil dan transparan.

3. JAMBAR ULAON

Jambar ulaon menunjuk kepada pengakuan kultur Batak bahwa tiap-tiap
orang harus diikutsertakan dan dilibatkan dalam pekerjaan publik.
Dalam even pertemuan komunitas Batak tidak ada penonton pasif, sebab
semua orang adalah peserta aktif. Tiap-tiap orang adalah partisipan
(parsidohot) dan pejabat (partohonan). Dari kedalaman jiwanya orang
Batak sangat rindu diikutsertakan dan dilibatkan dalam pekerjaan
publik atau komunitas.
Pada dasarnya orang Batak rindu memiliki peran dan kedudukan dalam
komunitas dan masyarakatnya (termasuk gerejanya). Jika ia tidak
memiliki peran dan kedudukan itu, maka kemungkinan yang terjadi cuma
dua: si orang Batak ini akan pergi menjauh atau "menimbulkan
keonaran". Sebaliknya jika dia disertakan atau dilibatkan, sebagai
parsidohot dan parjambar dan partohonan maka dia akan berusaha memikul
dan menanggung pekerjaan itu sebaik-baiknya dan dengan sekuat
tenaganya (termasuk berkorban materi). Mengapa laki-laki Batak begitu
rajin dan betah di pesta adat? Sebab di sana mereka memiliki peran dan
kedudukan!

4. JAMBAR DAN NASIB

Namun komunitas Kristen-Batak sekarang tetap harus mewaspadai
seandainya masih ada sisa-sisa kaitan jambar dengan pemahaman nasib
(sibaran, bagian, turpuk). Kekristenan jelas-jelas menolak konsepsi
tentang nasib (predestinasi), yaitu anggapan bahwa kehidupan, kinerja
dan prestasi seseorang sudah ditentukan sebelumnya jauh sebelum dia
lahir. Kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitanNya kembali dari
antara orang mati telah menghapuskan nasib ini. Yang lama telah
berlalu sebab yang baru telah tiba (II Kor 5:17). Bagi orang percaya
tidak ada yang mustahil sebab itu tidak ada juga nasib ( Luk 1:37, Kej
18:1 ). Tuhan tidak pernah merencanakan kecelakaan tetapi masa depan
yang penuh pengharapan bagi kita (Yer 29:30). Sebab itu bagi kita
komunitas Kristen-Batak jambar tidak boleh diartikan sebagai nasib.
Itu artinya pemahaman tentang jambar harus didasarkan kepada Firman
Tuhan.
Bagi kita komunitas Kristen-Batak jambar memiliki makna baru: yaitu
simbol hidup berbagi yang diteladankan oleh Yesus. Yaitu sebagaimana
Yesus telah rela mati di kayu salib memecah-mecah tubuhNya dan
mencurahkan darahNya untuk kehidupan dan kebaikan semua orang, maka
kita juga harus selalu membagi-bagi sumber daya kehidupan atau berkat
yang kita terima kepada sesama.
Dalam kehidupan sehari-hari kita mau menyatakan bahwa sumber-sumber
daya ekonomi, sosial dan politik serta budaya yang ada di masyarakat
dan negara harus dibagi-bagi dan didistribusikan secara adil dan
merata, dengan semangat solidaritas (kesetiakawanan).

5. PERSATUAN DAN KEADILAN

Budaya Jambar adalah simbol PERSATUAN dan KEADILAN sekaligus. Dengan
memberikan kepada tiap-tiap orang dan kelompok apa yang menjadi
hak-haknya (hak bicara, hak mendapat bagian dalam sumber daya, dan hak
berperan) keadilan diwujudkan dan persatuan diteguhkan pada saat yang
sama. Persatuan tanpa keadilan adalah penindasan. Keadilan tanpa
persatuan adalah permusuhan. Sebab itu: Persatuan Indonesia pun harus
dimengerti dan dihayati dalam rangka Keadilan Sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.

6. APA KATA ALKITAB?

Apa kata Alkitab tentang jambar? Yesus mendesak Petrus agar menerima
Tuhan membasuh kakinya supaya dia mendapat bagian (partohap) dalam
Kristus (Yoh 13:8). Selanjutnya Yesus memuji Maria karena telah
memilih bagian atau jambar atau tohap na umuli (Luk 10:42). Rasul
Paulus mengatakan karena kematian Yesus di kayu salib kita mendapat
bagian atau parjambar dalam kerajaan Allah dan semua janjiNya. (Ef
2:12, lihat juga Ef 1:11). Kita orang percaya adalah partohap dalam
kasih karunia Allah (Flp 1:7). Selanjutnya penulis Ibrani mengatakan
"ai nunga gabe partohap di Kristus hita, anggo gomos tatiop ro di
ujungna pos ni roha, na di hita mulana" (Heb 3:14). Bahkan kita juga
telah menjadi parjambar atau partohap dalam Roh Kudus (Heb/ Ibr 6:4).
Rasul Petrus juga menyatakan bahwa kita orang beriman juga mendapat
bagian (partohap) dalam kemuliaan Kristus di masa mendatang (I Pet
5:1).
Karena itulah sang pemazmur mengatakan "parjambarongku do Ho, ale
Jahowa, nunga pola hudok, sai radotanku do HataMi" (Maz/ Psalm 119:57,
lih. 73:26). "Jahowa do parjambarangku, ninna tondingku, dibaheni
marhaposan tu Ibana ma ahu" (Andung 3:24).

Blog EntryJul 8, '08 4:25 AM
for everyone
Sumber : Janto_Sitohang

1) Nomor Darurat
Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112.
Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu
memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari network yang
ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menarik, nomor 112
dapat ditekan biarpun keypad dilock. Cobalah..

2) Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?
Anda memakai kunci remote?
Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan remote cadangannya di rumah,
tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih
30cm dari mobil, dan minta orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada
remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta
orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)

3) Baterai cadangan tersembunyi
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon
penting, dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan *3370#, maka
telpon anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%. Baterai
cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4) Kartu ATM
Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk
mengeluarkan uang dari atm ,maka anda bisa minta pertolongan diam2 dengan
memberikan nomor pin secara terbalik ,misal no asli pin anda 1254 input 4521
di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor
polisi tanpa diketahui pencuri tsb.Fasilitas ini tersedia di seluruh atm
tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.

Blog EntryJul 8, '08 4:15 AM
for everyone
Pdt Daniel T.A. Harahap

Ini bukan kisah batak bermazmur, yaitu persekutuan batak kristen gedongan di ibukota yang ingin menghibur jiwanya dengan madah pujian dan mazmur di gedung tinggi sejuk nan indah, tetapi ini cuma sebuah kisah sehari-hari batak gelondongan yang kayaknya tidak bisa lepas dari permainan catur di tengah kesusahan hidupnya. :-)


Sebagai pendeta, walaupun jelas-jelas bukan tugas saya, entah kenapa saya hobi sekali memperhatikan satpam gereja kami main catur sesamanya atau dengan para pemuda yang juga sudah mirip satpam juga karena tak pernah absen di gereja (Catatan: mungkin karena hobi satpam itu jugalah beberapa kali kejadian motor hilang dari halaman gereja). Sesudah saya amat-amati agaknya permainan catur ini mungkin memang bentuk permainan yang paling cocok dengan darah dan jiwa batak yang suka berkelahi (marbada) atau berperang (marmusu) sekaligus suka mempertontonkan kehebatannya dan dipuji-puji (sipanggaron). Ya, kita dan semua orang sudah lama tahu orang batak (saya batak juga lho) suka sekali berkonflik dengan orang lain maupun sesama sendiri, di mana saja tentang masalah apa saja. Permainan catur yang membagi pemain dalam dua kubu yang saling menyerang dan saling bertahan, persis seperti perang, karena itu wajar saja sangat cocok dengan jiwa batak yang hobi marbadai (berkelahi) itu. Di samping itu papan catur yang luasnya paling hebat 50 x 50 cm itu memang seakan-akan pas menggambarkan realitas kehidupan yang penuh perjuangan, persaingan, tantangan dan godaan, dan bahkan kekerasan ini. Namun sebaliknya, yang jauh lebih penting, melalui catur orang batak dapat melatih diri mentransformasi atau mengubah peperangan menjadi pertandingan, nafsu membunuh menjadi semangat mengalahkan secara sportif, musuh (musu) menjadi lawan (alo). Catatan: dalam bahasa Batak kata alo (lawan) cenderung berkonotasi positif atau netral. Masih ada lagi: saya menduga permainan catur ini juga membantu orang batak menaikkan adrenalinnya sekaligus mengendalikan emosi-emosi negatifnya. Sebab itu walapun sama-sama menghabiskan banyak waktu, sebagai pendeta saya berani mengatakan catur itu jauh lebih positif daripada leng atau kartu joker.

Kembali ke pos satpam gereja kami, permainan catur di sini sebenarnya hanyalah hobi belaka untuk membunuh waktu senggang yang membosankan. Saya tidak pernah melihat ada uang taruhan diselipkan di bawah papan catur seperti kebiasaan di lapo (kedai) tuak. Karena itu satu-satunya yang memicu semangat bermain, selain dasar hobi, adalah kehadiran para penonton (sebagian menunggu giliran main karena papan catur hanya satu). Makin ramai penonton maka kedua pemain catur batak amatiran ini juga akan makin bergaya, serius dan hati-hati melangkah. Namun para penonton catur ala kampung seperti dimana-mana bukanlah penonton pasif yang bisa duduk tenang dan hikmat menyaksikan kedua grand master bertempur memainkan jurus-jurus cantik piawai yang diam-diam mematikan, tetapi penonton aktif yang terus-menerus menyampaikan komen dan saran terbuka kepada kedua pemain sambil berdiri atau duduk merapat mengerumuni kedua pemain (sering-sering dengan tangan gatal ingin menyentuh buah catur). Allanghon ma! Allanghon ma! Makanlah, ayo makanlah! Pemain kawakan biasanya tidak mudah dinasihati atau dihasut, namun kadang pemain kawakan sekali pun tak tahan godaan dan hasutan penonton, dan sering nasihat itu bukannya membantu namun menyesatkan. Apalagi para penonton merangkap skondan atau penasihat sialan ini juga bukan orang yang terlalu setia, sebab mereka bisa saja tiba-tiba beralih menasihati lawan si pemain, atau “menasihati” dua-duanya karena menganggapnya sama-sama teman. Oala.


Namun penonton catur ini pada umumnya, memakai bahasa batak, adalah kerumunan situmpak na monang (pendukung yang menang) situnjang na gadap (penendang yang kalah atau jatuh). Sebab itu jika ada pemain yang dalam posisi terjepit bukannya disemangati, namun malah disoraki dan “dicemooh” dengan berbagai sindiran khas batak: ai hoda boban do hape hodami“(rupanya kudamu itu hanya kuda beban), atau hoda jagal (kuda untuk dimakan, sebagian orang batak khususnya di kawasan humbang memakan daging kuda). Bila ada pemain yang berpikir lama, sehingga para penonton bosan, terdengarlah celutukan menyindir, “sanga dope iba maridi?” (apakah aku masih sempat mandi). Atau, “nunga mamolus tolu bus” (sudah lewat tiga bus) menunjukkan betapa lambat dan leleng-nya si pemain berpikir, sebab jaman dahulu di kampung bus sangat jarang.


Bila ada pemain yang sudah benar-benar terancam dan kayaknya sudah sulit tertolong maka penonton pun berteriak: tekken ma! tekken ma! (artinya: menyerahlah. Terjemahan harafiahnya: tandatanganilah pengakuan kalah). Makin grogi sajalah si pecundang dan akibatnya makin seringlah dia melakukan kesalahan hingga akhirnya hanya ada pilihan menyerah duluan atau diskak mat. Namun dasar Batak, pemain yang jelas-jelas sudah tak mungkin menang ini jarang sekali mau menyerah. Mungkin prinsipnya: biar mati yang penting tak menyerah! Namun bisa dibaca dari body languange-nya, dia sudah terduduk lemas dengan kepala letih menahan agar tidak terkulai plus senyum cengengesan menahan malu berat. Persis seperti bahasa kami di Medan dahulu: sakitnya tak seberapa tapi malunya ini bah.


Biasanya menghadapi pemain yang tidak mau menyerah kalah si pemenang justru akan sengaja mengulur-ulur waktu dan tidak langsung memainkan langkah skak mat. Jolo dipasingkor-singkor (Lebih dulu disiksa). Si calon menang malah “menyekolahkan” bidak-bidaknya agar jadi jenderal-jenderal, atau menggiring raja si pecundang agar mati di kotak paling pojok. Sampai akhirnya: Skak mat! Namun yang paling mengasyikkan adalah menyaksikan permainan penuh ranjau dan jebakan yang melahirkan skak mat tiba-tiba atau tidak terduga Si pemenang pun spontan mengubah sikap duduknya di kursi menjadi tegak (dirgak) dengan dada kembang senyum bangga menyalakan api rokoknya. Persis manuk jambe huta (ayam jantan kampung) yang martahuak (berkokok) di bubungan atap setelah menang bertarung. (Sementara ayam pecundang cuma mampu sembunyi di kolong rumah menunggu saat pembalasan).


Meski pun resminya permainan catur ini adalah satu lawan satu, namun dalam prakteknya di kampung-kampung juga di pos satpam gereja kami seringkali tiga bahkan empat lawan satu, alias main keroyok. Yang dikeroyok belum tentu pemain yang dianggap terlalu kuat, tapi bisa juga justru yang paling lemah (mungkin maksudnya agar segera keluar dan bisa gantian main). Namun satu hal yang penting, saya tidak pernah satu kali pun menemukan ada pemain mengamuk membalikkan papan atau meja dan menghamburkan buah catur karena kalah. Mungkin ini suatu tanda kedewasaan batak moderen untuk menerima kekalahan sebagai bagian dari suatu permainan hidup yang sportif dan fair. Dalam hal ini saya gembira walau seringkali merasa tak tega melihat pemain yang kalah diledek habis-habisan dan harus minum banyak-banyak menentramkan dirinya.


Entahlah, saya sendiri antara suka tidak suka main catur, tetapi saya sangat menikmati menonton suasana permainan catur batak ala pos satpam gereja kami ini. Selain latihan berpikir panjang, melatih mental agar tahan banting, problem posing atau menghadapi masalah, dalam permainan catur amatiran ini saya bisa melihat jiwa-jiwa batak yang sesungguhnya: suka menghadapi tantangan, ulet dan ngotot, jarang mau menyerah, sipanggaron (suka dipuji-uji) dan juga roha panggalang. Yang terakhir ini artinya: suka mentraktir. Sebab dalam permainan catur biasanya juga banyak sekali berhamburan rokok, teh botol dan pisang goreng (tahu) gratis. :-)



Blog EntryJul 7, '08 4:34 AM
for everyone
Sewaktu pesta barbeque, seorang teman terjatuh - dia meyakinkan
semua orang yang datang kalau dia tidak apa-apa dan katanya hanya
tersandung batu bata karena sepatu barunya
padahal mereka menawarkan memanggil paramedik).
Mereka membantunya membersihkan diri dan mengambilkan piring
makanan baru. Meskipun terlihat sedikit terguncang,
Ingrid meneruskan menikmati sore itu.
Malamnya, suami Ingrid menelpon memberitahukan semua orang bahwa
istrinya telah dibawa ke rumah sakit - (pukul 6 sore besoknya, Ingrid
meninggal).

Dia mendapat serangan stroke pada pesta barbeque.
Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali tanda-tanda stroke
mungkin Ingrid masih bersama kita hari ini.

Hanya membutuhkan satu menit untuk membaca ini.

Seorang ahli syaraf mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong
seorang korban stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan tersebut,
dia bisa membalikkan pengaruh stroke....
secara total! Dia mengatakan bahwa triknya adalah mengenali dan
mendiagnosa stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan,
yang sebenarnya merupakan hal yang sulit.

MENGENALI STROKE

Puji Syukur kepada Allah yang Maha Pencipta atas indera yang dapat
mengingat TIGA hal berikut.

Baca dan Pelajarilah!

Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali.
Sayangnya,kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan
bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak
sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian,
gagal mengenali gejala-gejala stroke.

Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar
korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan
tiga pertanyaan sederhana ini:

1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM.**
2. Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.
3. Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA
(yang masuk akal), contoh: "Hari ini cerah." Blablabla... .

Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta
diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat
untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.

Seorang kardiolog berkata kalau setiap orang yang mendapatkan
e-mail ini mengirimkannya kembali ke 10 orang, kau bisa bertaruh
bahwa setidaknya satu nyawa akan diselamatkan

Jadilah seorang sahabat dan bagikan artikel ini dengan sebanyak
mungkin ke temanmu, kau bisa saja menyelamatkan nyawa mereka.*

Blog EntryJun 20, '08 2:26 AM
for everyone
 "A good and touched poem that can be inspiring all of us to love each other as a masterpiece of God
 and avoid all the violence in our family (baktiarparsaulianebenezersitohang)"

TO ALL WOMEN IN THE WORLD, WITH LOVE..

Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan  hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata  menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau  hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena ia mengirim bunga padaku hari  ini.

Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari  istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia  menyesali (perbuatannya) semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku  bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa: inilah hari  pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup  keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat  bunga lagi hari ini....


STOP KEKERASAN PADA PEREMPUAN !!!